PENANGANAN LUKA TUSUK

luka robek (vulnus laceratum) sering disertai luka lecet (excoriasis), yakni luka atau rusaknya jaringan kulit luar, akibat benturan dengan benda keras, seperti aspal jalan, bebatuan atau benda kasar lainnya. Sementara luka tusuk (vulnus functum), yakni luka yang disebabkan benda tajam

seperti pisau, paku dan sebagainya. Biasanya pada luka tusuk, darah tidak keluar (keluar sedikit) kecuali benda penusuknya dicabut. Luka tusuk sangat

berbahaya bila mengenai organ vital seperti paru, jantung, ginjal maupun

usus.

PENANGANAN LUKA TUSUK

Bila tusukan mengenai organ vital, seperti; paru, jantung, pembuluh darah besar, usus, ginjal:

- Benda tajam jangan dicabut.

- Beda antiseptik di sekitar luka lalu tutup dengan kasa, selanjutnya fiksasi dengan plester supaya tidak bergerak/ tetap pada posisinya.

- Bawa ke UGD rumah sakit yang baik dan terdekat untuk perawatan/pengobatan lebih lanjut.

- Bawa dengan hati-hati dan tidak menambah beban penderitaan korban.

- Pastikan denyut jantung korban baik. Pertahankan jangan sampai pingsan.

Bila tusukan benda tajam pada tungkai oleh paku atau benda tajam lainnya.

Paku/benda tajam bisa dicabut.

- Usahakan darah dari luka dikeluarkan dengan cara memijat.

- Bersihkan luka dengan air dan antiseptik.

Biarkan luka terbuka (tidak ditutup plester), tetapi hindari luka dari terkena kotoran yang dapat menyebabkan infeksi.

Perhatikan:

· Apakah: paku/benda penusuk (benda baru, benda lama, berkarat)

· Kedalaman tusukan (dalam mm/cm).

· Bila benda penusuk dicurigai kotor/berkarat, bawa ke UGD rumah sakit yang baik dan terdekat untuk perawatan luka lebih lanjut.

Comments

Popular posts from this blog

KEGIATAN AKTIVASI VSAT

TUGAS UTAMA KEPALA RUANGAN KEPERAWATAN